Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Jumat, 02 Desember 2011

KONSEP DASAR DAN PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM


 



MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah pendidikan islam
yang dibina oleh Dr.H.SYAMSUN NI’AM,M.Ag





 
Oleh :

Zainol Hasan
08 49110147
Pendidikan Islam

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ISLAM
PROGRAM PASCASARJANA
STAIN JEMBER
NOPEMBER 2011




DAFTAR ISI





 BAB  I PENAHULUAN………………………………………………………………..
BAB  II  PEMBAHASAN………………………………………………………………
A.Konsep Dasar Pendidikan Islam………………………………………
B.Pengertian Ilmu Dasar Pendidikan Islam………………………………
C.Dasar-Dasar Pendidikan Islam…………………………………………
D.Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam……………………………………….
BAB III KESIMPULAN………………………………………………………

 
BAB  I
PENDAHULUAN






Pendidikan Islam merupakan pengembangan pikiran, penataan perilaku, pengaturan emosional, hubungan peranan manusia dengan dunia ini, serta bagaimana manusia mampu memanfaatkan dunia sehingga mampu meraih tujuan kehidupan sekaligus mengupayakan perwujudannya. Seluruh ide tersebut telah tergambar secara utuh dalam dalam suatu konsep dasar yang kokoh. Islam pun telah menawarkan konsep akidah yang wajib diimani agar dalam diri manusia tertanam perasaan yang mendorongnya pada perilaku normatif yang mengacu pada syariat Islam. Perilaku yang dimaksud adalah penghambaan manusia berdasarkan pemahaman atas tujuan penciptaan manusia itu.
Ketika kita membicarakan pendidikan islam, maka kita harus memandang secara menyeluruh baik yang bersifat formal maupun non formal seperti pesatren, organisasi dan lain-lain. Tapi sebelum itu kita harus mengetahui prinsip-prinsip yang perlu diketahui, karena tujuan dari prinsip sendiri, untuk mengantisipasi pada penyelewengan-penyelewengan yang bisa menghambat dari pada tujuan. Berikut ini akan saya sajikan beberapa prinsip-prinsip pendidikan pada bab ini akan dipaparkan pengertian,konsep dasar dan prinsip pendidikan islam


 
BAB II
PEMBAHASAN



A. Konsep Dasar pendidikan islam
Konsep dasar  pendidikan islam merupakan system dan cara hidup dalam segala bidang kehidupan manusia, sehingga dalam sejarah umat manusia dimuka bumi ini hamper tidak ada kelompok manusia yang tidak menggunakan pendidikan sebagai alat transfer kebudayaan dan juga sebagai alat untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.
Maka, jika dipelajari ajaran-ajaran agama islam tentang pendidikan secara umum akan terlihat bahwa Nabi SWT, sesuai dengan Wahyu Allah, telah menetapkan garis-garis besarnya.Wahyu pertama,dan Wahyu kedua, yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW telah member isarat bahwa pendidikan islam terdiri dari empat belahan besar,yaitu:
1.pendidikan keagamaan
2. pendidikan akal dan pengetahuan
3. pendidikan akhlak mulia,dan
4. pendidikan jasmani dan kesehatan

B. Pengertian Dasar Ilmu Pendidikan Islam
Didalam khazanah pemikiran pendidikan islam terutama karya-karya ilmiah berbahasa arab,terdapat berbagai istilah yang digunakan para ulama’dalam memberikan pengertian tentang “pendidikan islam” dan sekaligus untuk diterapkan dalam konteks yang berbeda-beda.
Menurut Zakiyah Deradjat, pendidikan islam didefinisikan dengan sesuatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran islam secara seluruh.Definisi lain menyebutkan bahwa pendidikan islam merupakna proses yang mengarahkan manusia pada kehdupan yang lebih baik dan mengangkat derajad kemanusiaanyasesuai dengan kemampuan fitrah dan kemampuan ajarnya(pengaruh dari luar).sedangkan Yusuf Qardhawi, mengatakan pendidikan islam adalah pendidikan manusia seutuhnya,akal dan hatinya,rohani dan jasmaninya,akhlak dan keterampilannya.

C. Dasar-Dasar Pendidikan Islam
Para pemikir muslim membagi sumber atau dasar nilai yang dijadikan acuhan dalam pendidikan islam menjadi tiga bagian yaitu : Al-Qur’an, Hadits, dan ijtihat(ijma ulama).
Sebagaimana yang diterangkan dalam surat An-Nisa’ayat 59 yang berbunyi :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãYtB#uä (#qãèÏÛr& ©!$# (#qãèÏÛr&ur tAqߧ9$# Í<'ré&ur ͐öDF{$# óOä3ZÏB ( bÎ*sù ÷Läêôãt»uZs? Îû &äóÓx« çnrŠãsù n<Î) «!$# ÉAqߧ9$#ur bÎ) ÷LäêYä. tbqãZÏB÷sè? «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ̍ÅzFy$# 4 y7Ï9ºsŒ ׎öyz ß`|¡ômr&ur ¸xƒÍrù's?
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Dari sumber dasar tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut:
I.Al-Qur’an
Al-Qur’an merupaka kalam Allah SWT yang memiliki perpendaharaan luas dan besar bagi pengembangan kebudayaan umat manusia.itu merupakan sumber pendidikan terlengkap baik itu pendidikankemasyarakatan(social),moral (akhlak), maupunspiritual(kerohanian), serta material (kejasmanian) dan alam semesta.
II. Hadits (as-Sunnah)
Hadits atau as-Sunnah merupakan jalan atau cara yang pernah dicontohkan nabi dalam perjalanan kehidupannya melaksanakan dakwah islam. Contoh yang diberikan beliau dapat dibagi kepada tiga bagian yaitu: Hadits qauliyah, fi’liyah dan takririyah. Ini merupakan sumber dan acuan yang dapat digunakan umat islam dalam seluruh aktivitas kehidupannya. Hal ini disebabkan, meskipun secara umum bagian terbesar dari syariat islam telah terkandung dalam al-Qur’an namun muatan hokum tersebut belum mengatur berbagai dimensi aktifitas kehidupan umat secara terperinci dan alanitis.
Dari sinilah dapat dilihat bagaimana posisi Hadist Nabi sebagai sumber atau dasar pendidikan islam yang utama setelah Al-Qur’an,sebagaimana firman Allah SWTdalam surat an-Nisa’ ayat 80 yang berbuyi :
`¨B ÆìÏÜムtAqߧ9$# ôs)sù tí$sÛr& ©!$#
Artinya :
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah(QS.An-Nisa’ : 80)

Dari ayat di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa kedudukan Hadist nabi merupakan dasar utama yang dapat dipergunakan sebagai acuan bagi pelaksanaan pendidikan islam yang dapat ditiru dan dijadikan referensi teoritis maupun praktis.
D.Prinsip-prinsip pendidikan islam
1. Prinsip integrasi
 
Suatu prinsip yang seharusnya di anut adalah dunia ini merupakan jembatan untuk menuju kampong akhirat.karena itu, mempersiapkan diri secara utuh merupakan hal yang tidak dapat di elakkan agar masa kehidupan didunia ini benar-benar bermanfaat untuk bekal yang akan dibawa ke akhirat. Perilaku terdidik dan nikmat tuhan apapun yang didapat dalam kehidupan harus diabdikan untuk mencaoai kelayakan itu terutama dengan mematuhi keinginan tuhan.
2.Prinsip keseimbangan karena ada prinsip integrasi,prinsip keseimbangan merupakan kemestian, sehingga dalam mengembangkan dan pembinaan manusia tidak ada kepincanagn dan kesenjangan.kesemimbangan antara material dan spiritual,unsure jasmani dan rohani.
3.Prinsip persamaan.
Prinsip ini berakar dari dasar tentang manusia yang mempunyai kesatuan asas yang tidak membedakan derajat, baik antara jenis kelamin, kedudukan social, bangsa,maupun suku,rasa tau warna kulit.sehingga budak pun mendapatkan hak yag sama dalam pendidikan.Nabi Muhammad bersabda : “ siapapun antara seorang laiki-laki yang mempunyai seorang budak perempuan, lalu diajar dan didiknya dengan ilmu dan pendidikan yang baik kemudian dimerdekakaanyalalu dikawininya,maka(laki-laki)itu mendapat dua pahala”(HR.Bukhori).
4.Prinsip pendidikan seumur hidup.
Sesungguhnya prinsip ini bersumber dari pandangan mengenai kebutuhan dasar manusia dalam kaitan keterbatasan manusia dimana manusia dalam sepanjang hidupnya dihadapkan pada berbagai tantangan dan godaan yang dapat menjerumuskan dirinya sendiri kejurang kehinaan. Dalam hal ini di tuntut kedewasaan manusia berupa kemampuan untuk mengkui dan menyesali kesalahan dan kejahatan yang di lakukan, di samping itu juga di tuntut untuk melakukan pembenahan dan perbaikan kualitas dirinya. Artinya adalah bertaubat sesudah kedzaliman dan memperbaiki (dirinya) merupakan langkah maju dalam diri manusia bahkan Allah akan menerima taubatnya tersebut.
 
5 prinsip keutamaan.
Dengan prinsip ini di tegaskan bahwa pendidikan bukanlah hanya proses mekanik melainka merupakan proses yang mempunyai ruh dimana segala kegiatan di warnai dan di tujukan kepada keutamaan. Keutamaan - keutamaan tersebut terdiri dari nilai-nilai moral. Nilai moral yang paling tinggi adalah tauhid. Sedangkan nilai yang paling buruk dan rendah adalah syirik. Dengan prinsip keutamaan ini pendidikan bukan hanya bertugas meyediakan kondisi belajar bagi subjek didik, tetapi lebih dari itu turut membentuk kepribadiannya dengan perlakuan dan keteladanan yang ditujukan oleh pendidik tersebut. Nabi  Muhamma saw dalam kontek ini bersabda :” hargailah anak – anakmu dan baikkanlah budi pekerti merka”(HR. Nasa’)
 
KESIMPULAN




Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa :
1.      Pendidikan islam merupakan pendidikan yang menunjang manusia untuk lebih mengetahui tentang pentingnya pendidikan dimasa sekarang dengan berpedoman pada ajaran islam
2.      Dengan ajaran pendidikan islam manusia dapat menyesuaikan dimana merka berada
3.      Pendidikan islam membimbing jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam


 
DAFTAR PUSTAK
 Abdurrahman An-Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan
Masyarakat, (Jakarta: Gema Insani Press, 1995)
 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Ramayulis, Ilmu Pendidkan Islam, (Jakarta:Kalam Mulia, 1994)
Hasan Langgulung, Asas-asas Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka al-Husna, 1992)
Jalaluddin dan Usman Said, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996) http://adji-anginkilat.blogspot.com/2011/05/prinsip-prinsip-pendidikan-agama-islam.html




JIKA SOBAT KESULITAN UNTUK MENDAPATKAN FILENYA, SOBAT BISA MENDAPATKANNYA DI SINI............





0 komentar:

Poskan Komentar

MEZA
Bagi sobat yang berkunjung di blogger ini tolong tinggalkan komennya y.......
supaya bisa membagun atau menambah supaya blogger ini lebih baik dari sebelumnya.
MAKASIH

adf.ly

http://adf.ly/?id=1499578