wCSUfbj0jCfxbkpQufYnAiiwrifpe8kDKSjPJHFZ

Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 21 Maret 2012

URGENSI PENDIDIKAN BAGI MANUSIA PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADITS










Oleh :
IKHSAN



A.      PENDAHULUAN
Belajarlah, tidak ada manusia yang dilahirkan dalam keadaan pintar.  Setidaknya ungkapan ini memberikan pemahaman kepada kita (manusia) bahwa tidak seorang pun didunia ini yang lahir dalam kondisi dia telah pintar atau alim. Dengan kondisi demikian dalam perjalan hidupnya manusia  sangatlah membutuhkan akan adanya pendidikan, agar manusia dapat selalu eksis dalam menjalani kehidupanya
Pendidikan adalah salah satu perlengkapan dasar manusia dalam menempuh kehidupan ini Kepribadian manusia sangatlah dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas pendidikan yang ia peroleh. Sebagai makhluk yang paling sempurna dan sekaligus menyandang gelar khalifah (pemimpin) di muka bumi ini, manusia dituntut untuk bisa terus mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya. Manusia dalam perjalanan hidup dan kehidupanya, pada dasarnya mengemban amanah  atau tugas – tugas kewajiban dan tanggung jawab yang diberikan Allah  kepada manusia agar dipenuhi, dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana di terangkan dalam surat An.Nisa’ ayat 58 bahwa:
¨bÎ) ©!$# öNä.ããBù'tƒ br& (#rŠxsè? ÏM»uZ»tBF{$# #n<Î) $ygÎ=÷dr& #sŒÎ)ur OçFôJs3ym tû÷üt/ Ĩ$¨Z9$# br& (#qßJä3øtrB ÉAôyèø9$$Î/ 4 ¨bÎ) ©!$# $­KÏèÏR /ä3ÝàÏètƒ ÿ¾ÏmÎ/ 3 ¨bÎ) ©!$# tb%x. $JèÏÿxœ #ZŽÅÁt/ ÇÎÑÈ  
Artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.
            Dari ayat diatas muncul beberapa penafsiran dari kalangan tokoh muslim salah satunya adalah Al-Maraghi sebagaimana dikutip oleh Drs. Muhaimin, M.A dalam bukunya Paradigma Pendidikan Islam, beliau mengemukakan bahwa amanah tersebut bermacam-macam bentuknya, yaitu (1) amanah hamba terhadap tuhanya, yakni sesuatu yang harus dipelihara dan dijaga oleh manusia, berupa mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangaNya, serta menggunakan alat-alat potensialnya dan anggota badanya dalam segala aktivitas yang bisa menimbulkan manfaat baginya. (2)  amanah hamba terhadap sesama manusia, yakni barang-barang titipan kepada pemiliknya dan tidak mau menipu serta menjaga rahasia seseorang yang tidak boleh dipulikasikan, (3) amanah manusia terhadap dirinya , melakukan hal-hal yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi dirinya. Dalam makalah ini penulis mencoba memberikan konsep tentang betapa pentingya pendidikan bagi kehidupan manusia sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadits
B.     PEMBAHASAN
Pendidikan menurut Al-qur’an
Al-qur’an telah berkali-kali menjelaskan akan pentingnya pengetahuan. Tanpa pengetahuan niscaya kehidupan manusia akan menjadi sengsara. Tidak hanya itu al-quran bahkan memposisikan manusia yang memiliki pengetahuan pada derajat yang tinggi. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-mujadalah ayat 11:
Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ª!$#ur $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ׎Î7yz ÇÊÊÈ    
Artinya:
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-qur’an juga telah memperingatkan manusia agar mencari ilmu pengetahuan sebagaimana dalam Al-Qura’an surat At-Taubah ayat 122:
* $tBur šc%x. tbqãZÏB÷sßJø9$# (#rãÏÿYuŠÏ9 Zp©ù!$Ÿ2 4 Ÿwöqn=sù txÿtR `ÏB Èe@ä. 7ps%öÏù öNåk÷]ÏiB ×pxÿͬ!$sÛ (#qßg¤)xÿtGuŠÏj9 Îû Ç`ƒÏe$!$# (#râÉYãŠÏ9ur óOßgtBöqs% #sŒÎ) (#þqãèy_u öNÍköŽs9Î) óOßg¯=yès9 šcrâxøts ÇÊËËÈ    
Artinya:
Tidak sepatutnya bagi mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Dari sinilah kemudian dapat difahami bahwa betapa pentingnya pengetahuan bagi kelangsuangan hidup manusia. Karena dengan pengetahuan manusia akan mengetahui apa yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah, yang membawa manfaat dan yang membawa mudharat.

Dalam sebuah hadits nabi SAW dijelaskan:
طلب العلم فريضة على كل مسلمين و المسلمات
Artinya:
Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan (HR. Bukhari)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa dalam islam pendidikan merupakan  sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh umatnya. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan harga mati bagi manusia untuk kehidupannya.
Islam menekankan akan pentingya pendidikan dalam kehidupan manusia, karena tanpa adanya pengetahuan niscaya manusia akan berjalan mengarungi kehidupan ini bagaikan orang yang tersesat, yang implikasinya akan membuat manusai sengsara baik didunia dan diakhirat.
Imam Syafi’i pernah mengatakan;
قال الشافعى: من أراد الدنيا فعليه بالعلم ومن أراد الآخرة فعليه بالعلم ,ومن اراد هما فعليه بالعلم  )  الدعوة السلفية-غير موافق للمطبوع - (1 /89(
Artinya:
Barangsiapa menginginkan dunia, maka harus dengan ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat, maka harus dengan ilmu. Dan barangsiapa menginginkan keduanya, maka harus dengan ilmu
Dari sini, sudah seyogyanya bagi  manusia untuk  selalu berusaha menambah kualitas ilmu pengetahuan dengan terus berusaha mencarinya hingga Akhir hayat, tentunya semua itu  akan dapat diperoleh dengan adanya pendidikan, baik pendidikan di keluarga, sekolah ataupun dimasyarakat.
Pendidikan sebagai kebutuhan manusia
Pendidikan merupakan sebuah bimbingan dan pertolongan secara sadar yang diberikan oleh pendidik kepada anak didik sesuai dengan perkembangan jasmaniah dan rohaniah kearah kedewasaan. Anak didik dalam mencari nilai-nilai harus mendapatkan bimbingan sepenuhnya dari pendidik, sebagaimana ajaran islam, bahwa saat anak dilahirkan dalam keadaan lemah dan suci sedangakan alam sekitarnya akan memberi corak warna terhadap nilai hidup atas pendidikan anak. Hal ini sebagaimana sabda nabi Muhammad SAW , yang berbunyi :
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
} رواه مسلم{
Artinnya:
Tidaklah anak yang dilahirkan itu kecuai telah membawa fitrah (kecenderungan untuk percaya kepada Allah), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragama yahudi, nasrani, majusi (H.R.Muslim).
Pendidikan dalam pengertian yang luas adalah meliputi semua perbuatan atau usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuan, pengalaman, kecakapan serta keterampilan kepada generasi muda, sebagai usaha umtuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya
Sedangkan Menurut Al-Attas (2009: 18) pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu kedalam diri manusia yang mengacu pada metode dan sistem penanaman secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dan kandungan pendidikan tersebut. Dari definisi dan pengertian itu ada tiga unsur yang membentuk pendidikan, yaitu adanya (1) proses, (2) kandungan dan (3) penerima.
Dalam sejarahnya, pedidikan sebenarnya telah dimulai sejak  adanya manusia pertama kali, yang kemudian dapat dipahami bahwa pendidikan itu berkembang dan berproses bersama-sama dengan perkembangan hidup dan kehidupan manusia itu sendiri.
Bila kita bertanya,  mengapa manusia dalam proses hidup dan kehidupanya membutuhkan pendidikan ? seperti halnya apa yang pernah dikatakan oleh aristoteles, bahwa kita tidak akan dapat menjawab apakah pendidikan itu, bila tidak diketahui, mengapa perlu pendidikan dan apa yang dijamin oleh pendidikan.
 Marilah kita perhatikan disekitar kita, ketika bayi pertama kali lahir mereka dalam kondisi yang sangat lemah, segala apa yang dia butuhkan sangatlah tergantung kepada orang dewasa. Seandainya mereka tidak diberi makan maka pasti ia akan mati. Pun begitu juga ketika manusia tidak diberi pendidikan niscaya manusia tidak akan menjadi manusia yang sesungguhnya. Pendidikanlah yang pada akhirnya akan memanusiakan  manusia.
Sebagai sebuah bukti, ialah peristiwa yang terjadi di India, yakni ketika Mr Singh menemukan dua orang anak manusia yang berada dalam gua sarang serigala, kedua anak tersebut diasuh oleh serigala itu, akibatnya, segala gerak-geriknya serta kemampuanya  menyerupai serigala. Hal ini juga mempertegas sebuah maqolah yang berbunyi
 لولا العلم لكان الناس كاالبهائم (التمثيل والمحاضرة - (1 / 38)
Artinya:
Seandainya manusia itu tiada berilmu, maka niscaya manusia itu seperti binatang.
Semua itu membuktikan bahwa kemampuan dasar yang dimiliki anak, baik jasmani maupun rohani, tidak secara otomatis bertumbuh dan berkembang, tetapi membutuhkan adanya bimbingan, pengarahan dan pendidikan.
Hal ini juga diungkapkan oleh Zuhairini (2008: 97) bahwa manusia disebut sebagai homo –educandum, yaitu makhluq yang harus dididik. Yang kemudian hal ini dipertegas lagi dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 31
zN¯=tæur tPyŠ#uä uä!$oÿôœF{$# $yg¯=ä. §NèO öNåkyÎztä n?tã Ïps3Í´¯»n=yJø9$# tA$s)sù ÎTqä«Î6/Rr& Ïä!$yJór'Î/ ÏäIwàs¯»yd bÎ) öNçFZä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇÌÊÈ  
Artinya:
Dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"
Dalam ayat ini pulalah kita dapat mengetahui bahwa sejarah pendidikan telah dimulai sejak manusia pertama kali diciptakan yaitu nabi Adam dan sekaligus manusia pertama yang merintis pengajaran kepada anak cucunya.
Tugas Manusia Dan Fungsi Pendidikan
Manusia menurut Al-Attas (2009: 19) adalah binatang rasional yang menurut kesepakatan  dari intelektus yang menyatu dalam terma Aql dan dari sinilah kemudian timbul Istilah Al-Hayawan Al-Natiq.
            Kemudian secara rinci menurut M.Nasir Budiman yang dikutip oleh Drs, Kemas Badarudin. M.Ag, dalam bukunya Filsafat Pendidikan Islam (2009; 21-22) sesuai dengan analisisnya mengklasifikasikan penjelasan tentang manusia ini kepada empat klasifikasi :

Pertama: hakikat manusia secara umum
a.       Manusia sebagai makhluk Allah SWT mempunyai kebutuhan bertaqwa Kepada-Nya
b.      Manusia membutuhkan lingkungan hidup, berkelompok untuk mengembangkan dirinya.
c.       Manusia mempunyai potensi yang dapat dikembangkan dan membutuhkan material dan spiritual yang harus dipenuhi.
d.      Manusia itu pada dasarnya dapat dan harus dididik serta dapat memndidik diri sendiri
Kedua: hakikat manusia sebagai subjek didik
a.       Subjek didik bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup
b.      Subjek didik memiliki potensi, baik fisik maupun psikologis, yang berbeda, sehingga masing-masing subjek didik merupakan insane yang unik
c.       Subjek didik memerlukan pembinaan individual serta perlakuan yang manusiawi.
d.      Subjek didik pada dasarnya merupakan insane yang aktif menghadapi lingkungan hidupnya.
Ketiga: hakikat manusia sebagai pendidik
a.       Pendidik bertanggunng jawab terhadap keberhasilan tujuan pendidikan
b.      Pendidik sebagai fasilitator yang memungkinkan terjadinya kondisi yang efektif dan efisien
Keempat: hakikat manusia sebagai anggota masyarakat
a.       Masyarakat merupakan sumber nilai-nilai yang memberikan arah normative kepada pendidikan
b.      Kehidupan masyarakat dberlandaskan nilai-nilai keagamaan, social dan budaya yang dianut masyarakat

Dari penjelasan diatas semakin jelas betapa komplitnya tugas dan fungsi manusia, yang kesemuanya itu merupakan usaha menjalankan fungsinya sebagai abdun lil Allah dan Khalifah Allah dimuka bumi dan harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan kemampuan yang mapan dan representati yang berkualitas tinggi. Dan semua itu hanya akan dapat manusia peroleh dengan adanya pendidikan dalam hidupnya
Manusia sebagai hamba Allah
Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa pendidikan merupakan kebutuhan mutlaq manusia.  Dalam  menjalani proses hidup dalam kehidupanya manusia tidak akan terlepas dari proses pendidikan. Perkembangan hidup manusia sangatlah dipengaruhi oleh seberapa besar pendidikan yang telah diperoleh oleh manusia.
Manusia diciptakan didunia ini tidak lain hanya untuk menyembah Allah. Sebagai mana firman Allah :
$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbrßç7÷èuÏ9 ÇÎÏÈ    
       
Artinya:
Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembah Allah. (QS. Al-Dzariyat: 56)
Berdasarkan ayat diatas, bahwa tujuan utama Allah menciptakan manusia kedunia ini hanya agar manusia menyembah-Nya. Tugas utama manusia adalah menjadi “Abdullah” hamba Allah. Sebagai abdullah manusia diharuskan mematuhi segala perintahnya dan menjauhi segala laranganya. Sehingga ketika manusia telah mampu untuk melaksanakan semua itu, maka kebahagian  yang menjadi tujuan hidup manusia akan tercapai. Akan tetapi ketika manusia melanggar tugasnya sebagai seorang hamba maka kesengasaraanlah yang akan diperoleh. Namun dalam perjalanan hidupnya manusia selain dituntut untuk selalu patuh akan perintah Allah, manusia juga dituntut untuk bisa terus mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya agar dalam proses perjalanan hidupnya dimuka bumi dapat terus eksis dan bertahan. Semua itu akan sulit dilakukan oleh manusia jika tanpa adanya proses pendidikan dalam hidupnya. Pendidikanlah yang pada akhirnya akan memberikan banyak kontribusi dalam kehidupan  manusia. Sebagaimana firman Allah :
Æìsùötƒ ª!$# tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä öNä3ZÏB tûïÏ%©!$#ur (#qè?ré& zOù=Ïèø9$# ;M»y_uyŠ 4 ÇÊÊÈ  
Artinya:
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. (QS.Al-Mujadalah: 11)
Dalam surat ini Allah menjanjikan derajat yang cukup tinggi bagi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan. Derajat tinggi yang dijanjikan itu tentunya tidak serta merta Allah berikan kepada Manusia, ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh manusia yakni beriman dan berilmu. Iman dan ilmu akan diperoleh aleh manusia dari proses pendidikanya.
Manusia sebagai Khalifah
Tujuan utama Allah menciptakan manusia didunia ini tidak lain hanyalah agar manusia  menyembah Allah. Dalam statusnya sebagai Hamba Allah (Abdullah) manusia telah diberi gelar yang cukup prestisius yakni sebagai khalifah di muka bumi. Sebagaimana firman Allah:
 øŒÎ)ur tA$s% š/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz
Artinya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. (QS: Al-Baqarah: 30)ugas
                 Menurut Muhaimin (2004: 23), Tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi antara lain menyangkut tugas mewujudkan kemakmuranr dimuka bumi. Sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:
4n<Î)ur yŠqßJrO öNèd%s{r& $[sÎ=»|¹ 4 tA$s% ÉQöqs)»tƒ (#rßç6ôã$# ©!$# $tB /ä3s9 ô`ÏiB >m»s9Î) ¼çnçŽöxî ( uqèd Nä.r't±Rr& z`ÏiB ÇÚöF{$# óOä.tyJ÷ètGó$#ur $pkŽÏù çnrãÏÿøótFó$$sù ¢OèO (#þqç/qè? Ïmøs9Î) 4 ¨bÎ) În1u Ò=ƒÌs% Ò=ÅgC ÇÏÊÈ  
 Artinya:
Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)."

                 Serta mewujudkan  keselamatan dan kebahagian hidup dimuka bumi dengan cara beriman (QS.Al-Maidah: 16) dengan cara beriman dan beramal sholeh yang juga diterangkan dalam Al-Quran (QS.Al-Ra’d: 29).
           
                 Kemudian tugas kekhalifahan ini dikembangkan  menjadi empat hal yaitu;
1.    Tugas kekhalifahan terhadap diri sendiri,
2.    Kekhalifahan dalam keluarga,
3.    Kekhalifahan dalam masyaratat dan
4.    Kekhalifahan tehadap alam
            Dari keterangan tersebut dapat ditegaskan bahwa manusia untuk menjalankan seluruh tugasnya baik posisi manusia sebagai hamba Allah atau pun sebagai khalifah dimuka bumi sangatlah membutuhkan adanya pendidikan dalam dirinya.
C.    PENUTUP
Dari penjelasan diatas sangatlah nampak bahwa manusia dalam menjalani kehidupanya, baik posisinya sebagai hamba Allah atau sebagai khalifah dimuka bumi ini manusia tidak akan pernah terlepas akan kebutuhanya terhadap pendidikan. Dengan demikian, semakin jelas bukti-bukti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an khususnya yang berkenaan dengan posisi pendidikan bagi manusia.



JIKA SOBAT KESULITAN UNTUK MENDAPATKAN FILENYA, SOBAT BISA MENDAPATKANNYA DI SINI............




2 komentar:

  1. . isinya bagus, tpi susah dibagi ..
    gk bsa d.copas
    . ribet pkee download :D

    BalasHapus
  2. . isinya bagus, tpi susah dibagi ..
    gk bsa d.copas
    . ribet pkee download :D

    BalasHapus

MEZA
Bagi sobat yang berkunjung di blogger ini tolong tinggalkan komennya y.......
supaya bisa membagun atau menambah supaya blogger ini lebih baik dari sebelumnya.
MAKASIH

adf.ly

http://adf.ly/?id=1499578